Minggu, 28 November 2021

Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital

 OLEH : NUR LAILI RAHMAWATI, S.Pd.I



GMLD - Pertemuan ke 3 - Jum'at, 05 November 2021

Tema                  : MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MEMALUI DUNIA DIGITAL

Narasumber      : ARIS AHMAD JAYA

Moderator         : MS. PHIA


Membersamai pertemuan di sore ini dengan Narasumber Bapak Aris Ahmad Jaya dan dipandu oleh moderator yang selalu cantik dan enerjik Ms. Phia

Adapun kuliah sore hari ini masih dibagi menjadi 4 sesi:

1. Pembukaan
2. Pemaparan materi 
3. Sesi Tanya Jawab 
4. Penutup

๐ŸŒท PEMBUKAAN

๐Ÿ‘‰ Perkenalan dengan Narasumber yaitu Bpk Aris Ahmad Jaya


Beliau adalah seorang motivator sekolah unggul yang terkenal dengan Mr. Sugesti Indonesia


Sosok pendiri sekaligus CEO di ABCo Sugesti Motavindo dan juga menghasilkan beberapa karya buku best seller, 


beberapa karya beliau diantaranya




๐ŸŒท PEMAPARAN MATERI

๐Ÿ€Seorang anak terlahir dengan keunikan masing-masing, dengan membawa bakatnya sendiri-sendiri. Dalam pemaparannya Pak Aris menjelaskan bahwa bakat itu adalah kemampuan dasar yang di miliki manusia. Sehingga bakat ini dapat dikembangkan dengan 3A, yaitu ASAH, ASIH, ASUH.

Dengan menggunakan perumpamaan dalam mengembangkan bakat ini seperti  emas 24 karat. Ketika kita memiliki emas batangan 24 karat, kita hanya bisa menyimpannya saja, akan tetapi ketika kita mmeperlakukan emas tersebut dengan langkah langkah tertentu maka akan terbentuklah perhiasan yang indah. Seorang wanita tidak akan menggunakan emas 24 karat, tetapi cenderung akan menerima ketika emas tersebut telah diolah menjadi perhiasan yang menarik dan indah sehingga dapat menambah kecantikannya.

๐Ÿ€Salah satu motivasi dalam mengembangkan bakat yaitu adalah dengan menggunakan konsep 5T, sebagaimana diuraikan oleh Pak Aris yaitu :

1. TITI - dari bahasa Jawa NITENI dapat diartikan sebagai memperhatikan, mengamati. Ketika kita sedang niteni, mengamati maka kita akan melihat berkali-kali sampai kita ingat dan akan membekas didalam ingatan dan memori kita.

2. TIRU - meniru. Meniru disini dapat digambarkan dengan memunculkan kembali memori yang ada.  

3. TAMBAH - Menambahkan. Menambahkan adalah kemampuan kita memodifikasi apa yang ada dalam memori kita, jadi ketika kita memunculkan sesuatu yang ada dalam memori dan imajinasi kita, kita dapat memodifikasi dan menambah sesuai dengan karakter kita. 

4. TEMU - Menemukan hal yang baru. Hal- hal baru yang dimaksud adalah adanya berbagai inovasi yang muncul yang berasal dari proses kita niteni, meniru, dan menambah, sehingga akan menemukan sesuatu yang baru yang merupakan ciri khas dari kita sendiri.

5. TUNTAS - Menuntaskan sehingga memperoleh kemampuan yang benar benar maksimal

Ingat 5T ; TITI, TIRU, TAMBAH, TEMU dan TUNTAS


๐ŸŒท SESI TANYA JAWAB

SALAH SATU PERTANYAAN DALAM SESI TANYA JAWAB INI ADALAH PERTANYAAN YANG DISAMPAIKAN OLEH BPK FRANSISCO DARI SMPN 1 PRAYA LOMBOK TENGAH : BAGAIMANA MENJADI GURU MOTIVATOR?

Adapun jawaban dari Pak Aris adalah dengan mempersiapkan sedini mungkin sebelum MENGAJAR, salah satunya dengan motivasi. MOTIVASI  bisa diwujudkan  dengan mempersiapkan film-film sebelum kegiatan mengajar mengajar. tunjukkan gambar bagaimana belajar yang menyenangkan? tampilkan contoh film belajar yang menyenangkan. sehingga anak akan senang dan mengikuti pembelajaran dengan senang

Dari pertanyaan-pertanyaan yang ada, dapat disimpulkan :

1. Menulis semua hal yang memotivasi kita, baik yang kita dapatkan secara online maupun offline 

2. Gunakan bahasamu sendiri 


Adapun pesan inti dari apa yang di sampaikan oleh pak Aris adalah :

Prinsip Guru Motivasi :

1. Selalu berupaya memberi, karena kita dikenang dengan apa yang kita berikan, bukan dengan apa yang kita terima

2. Lakukan pekerjaan kita sebaik mungkin, dengan tulus ikhlas. Ketika kita sudah berusaha sebaik mungkin maka tugas kita tinggal tinggal berpasrah kepada Alloh.

3. Cintailah apa yang kamu kerjakan, dan kerjakan apa yang kamu cintai.













Jumat, 12 November 2021

YUK KENALI JEJAK DIGITALMU DENGAN BAIK

  OLEH : NUR LAILI RAHMAWATI, S.Pd.I

GMLD - Pertemuan ke 2 - Rabu, 03 November 2021

Tema                  : YUK KELOLA JEJAK DIGITAL YANG BAIK

Narasumber      : DEDI DWITAGAMA

Moderator         : HELWIYAH





ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْูَุนْู†ِูŠ ุจِู…َุง ุนَู„َّู…ْุชَู†ِูŠ, ูˆَุนَู„ِّู…ْู†ِูŠْ ู…َุงูŠَู†ْูَุนُู†ِูŠْ, ูˆَ ุฒِุฏْู†ِูŠْ ุนِู„ْู…ًุง


“Ya Allah, berilah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku. Dan tambahkanlah ilmu kepadaku.” 

[HR. At-Tirmidzi : 3599, dan Ibnu Majah : 251, 3833]

๐ŸŒผ Prolog

Menikmati sore yang cerah sembari belajar daring bersama tim yang hebat. Masih bersama GMLD_Guru Motivator Literasi Digital. Dipandu oleh Bu Helwiyah, dengan mengangkat judul "Yuk Kelola Jejak Digital yang baik". Adapun ulasan materi  akan disampaikan oleh Bapak Dedi Dwitagama.

Pertemuan ke 2 ini akan dilakukan melalui WA grup yang terbagi menjadi 4 sesi yaitu :

1. Pembukaan

2. Interaksi 

3. Tanya jawab

4. Penutup

๐ŸŒผPERKENALAN DENGAN NARA SUMBER

DEDI DWITAGAMA, Tujuh belas tahun menjadi Guru di Sekolah Teknologi Menengah Negeri 39 Jakarta, sejak tahun 2005 sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Jakarta dan sejak tahun 2009 sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 36 Jakarta. Sekolah khas dimana terdapat program studi nautika kapal penangkap ikan, teknik kapal penangkap ikan dan agribisnis perikanan, sejak Nopember 2011 hingga Oktober 2012 menjadi Kepala Sekolah di SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang merupakan satu-satunya sekolah Penerbangan Negeri di Jakarta. Sejak 2012 Menjadi Guru di SMKN 50 Jakarta Timur.

photografer juga

Menulis di blog dan memotret adalah hobinya yang didokumentasikan di https://dedidwitagama.wordpress.comhttp://trainerkita.wordpress.com dan http://fotodedi.wordpress.com.

Alamat Rumah : Jl. E.1 No. 3 Cipinang Muara Raya
Jatinegara – Jakarta Timur 13420 Indonesia
Telepon : (62-21) 8509054 – HP: (62) 812 8534 836

Email:

dwitagama@gmail.com
dwitagama@yahoo.com


Pendidikan
• 2001 : Magister Sains Matematika Industri Jurusan Statistik – ITS Surabaya
• 1998 : Magister Manajeman SDM STIE IPWI Jakarta
• 1995 : Sarjana Pend. Matematika FP.MIPA IKIP Jakarta
• 1987 : Diploma III Pend. Matematika IKIP Jakarta
• 1983 : Jurusan IPA – SMA Negeri 35 Jakarta
• 1979 : SMP Negeri 19, Kebayoran Baru Jakarta
• 1976 : SD Mekarsari, Kebayoran Baru Jakarta Selatan

untuk lebih jelasnya bisa ditelusuri jejak digitalnya di PROFIL LENGKAP DEDI DWITAGAMA

๐Ÿ’Œ Jejak digital 

jejak sering diartikan dengan bekas langkah kaki. Sedangkan jejak digital sendiri dapatlah diartikan dengan tapak data yang tertinggal saat kita berseluncur di dunia maya.
Sebagai contoh ketika kita akan mencari informasi tentang pembicara yaitu pak Dedi, maka kita dapat mengetikkan nama Dedi di pencarian geogle, maka akan muncullah beberapa jejak digital yang dimiliki beliau.



Semua orang baik itu guru, maupun yang lainnya pasti memiliki kenangan yang membekas dan menjadi jejak didalam ingatan kita. Salah satu kenangan yang terpatri dengan jelas di hati kita yaitu jejak dari seorang guru yang di mulai dari Guru Sekolah Dasar, Guru Sekolah Menengah Pertama, Guru Sekolah menengah Atas maupun Perguruan Tinggi. Bahkan ketika kita sudah dewasapun terkadang kita masih ingat dengan sosok sosok yang spesial tersebut. 
Seorang guru bisa meninggalkan kesan dan kenangan di hati murid muridnya. Ada yang terkenang dengan kebaikan mereka, kedisiplinan mereka, bahkan tidak sedikit yang terkenang dengan sosok yang terkenal dengan istilah guru yang galak. 

Seorang pendidik tidak hanya memberikan ilmu, melainkan juga membimbing dan memberikan teladan bagi kita. Ketika kita menceritakan sosok yang begitu spesial terkadang kita hanya memiliki gambaran dibenak kita, hal ini dikarenakan tidak ada jejak digital dari sosok tersebut. 

Sedikit pertanyaan ? Bagaimana ketika kita memiliki guru yang ternyata guru tersebut tidak memiliki rekam digital, kita hanya mampu mengingatnya di dalam kenangan kita dan hanya kita sendiri yang menyimpannya. Ketika kita menceritakan kepada anak didik kita ataupun kepada anak kita kemungkinan anak tidak mengetahui secara pasti sosok yang kita idolakan tersebut. 

Kita tidak ingin seperti itu bukan...? Hanya dikenang dalam angan.

Jejak digital bisa dikelola oleh kita sendiri maupun orang lain. Contohnya ketika kita mau mencari tahu tentang Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, R.A. Kartini dll. kita tetap bisa menemukannya, walaupun pada masa itu belum ada koneksi internet. 

Pentingnya mengelola jejak digital agar kita tidak seperti guru guru favorit kita yang belum mengelola jejak digitalnya dnegan baik, kita hanya bisa menyimpannya didalam hati kita, dan kenangan itu akan tersimpan pada satu generasi saja. 

Bagaimana cara agar kita bisa mengelola jejak digital dengan baik agar kita bisa dikenang sepanjang dari generasi ke generasi? 

Kita bisa memulai dari memposting di media sosial yang kita miliki seperti facebook, youtube, instagram, dll. Kita juga bisa mengabadikan kegiatan yang kita ikuti, mengarsipkan karya siswa kita, mengarsipkan karya kita seperti membuat video pembelajaran dan mempostingnya di youtube, membuat karya berupa buku, dll.

Pak Dedi berpesan, “Mulailah menulis dengan satu huruf, yang kemudian dirangkai menjadi kata, lanjut dirangkai menjadi kalimat, tayangkan jadi buku atau blog, beres.” 

salah satu contoh jejak digital milik penulis yaitu bisa berupa akun di instagram maupun facebook




kita juga bisa menuliskan beberapa kegiatan yang kita miliki, agar jejak digital kita terekam, seperti :




Atau kita bisa membukukan karya kita seperti karya milik penulis dalam bentuk buku antologi

Karya juga bisa disimpan dalam bentuk video dan diunggah di youtube seperti :


๐ŸŒผ KESIMPULAN
Penyampaian materi dengan begitu interaktif dari Narasumber dan melibatkan hampir seluruh peserta. Moderator yang begitu piawai dalam menebarkan semangat antuasias kepada peserta, sehingga peserta aktif dalam seluruh kegiatan.. 
Mengulas pentingnya jejak digital, agar kita bisa terus di kenang dan ingatlah untuh selalu menebar kebaikan 
Terima kasih kepada Bpk Dedi Dwitagama sebagai pembicara dan Ibu Helwiyah selaku moderator
 






Aktivitas